90 Persen Pesawat Lion Air Group Tidak Terbang

  • Whatsapp
Petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap pesawat Lion. Foto: Tempo

indoposonline.id – Sekitar 90 persen pesawat Lion Air Group saat ini tidak diterbangkan, Rabu (12/5/2021). Ini karena kondisi masa waspada pandemi Covid-19 dan pemerintah yang melarang mudik 2021. Oleh karena itu, Lion Air Group tengah menjalankan semua pemeliharaan, dan pengecekan pesawat udara.

Corporate Communications Strategic Danang Mandala Prihantoro menerangkan, Lion Air (kode penerbangan JT) Wings Air (kode penerbangan IW) Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group menyampaikan informasi terkini, dalam menjalankan setiap operasional penerbangan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan serta upaya tidak menyebabkan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Bacaan Lainnya

“Kondisi masa waspada pandemi, Lion Air Group menjalankan semua pemeliharaan, pengecekan pesawat udara menurut program perawatan secara berjadwal dan tidak berjadwal,” terang Danang, Rabu (12/5/2021).

Adapun Lion Air Group, katanya, mempersiapkan semua armada yang akan dioperasikan menurut kebutuhan, terdiri dari tipe Boeing 737-800NG, Boeing 737-900ER, Airbus 320-200CEO, Airbus 320-200NEO, Airbus 330-300CEO, Airbus 330-900NEO, ATR 72-500 dan ATR 72-600.

“Pelaksanaan itu menjadi bagian kesungguhan dalam mewujudkan operasional penerbangan, memastikan setiap pesawat kondisi prima, aman dan laik terbang serta sejalan untuk merencanakan dengan tepat persiapan penerbangan,” tandasnya.

Di tengah masa peniadaan mudik 2021, lanjutnya, Lion Air Group mengoperasikan penerbangan sewa (charter) untuk layanan pengangkutan kargo dan penumpang khusus secara grup. Sehingga dalam situasi tersebut, rata-rata 90% pesawat udara Lion Air Group tidak diterbangkan.

Namun Lion Air memanfaatkan dan mengoptimalkan dalam perawatan dan pemeliharaan pesawat udara dengan tatap fokus pada fase pengerjaan seperti pemeriksaan dan perawatan kinerja secara komprehensif dari seluruh komponen pesawat udara, yaitu pada mesin, perangkat tambahan daya, navigasi, peralatan komunikasi, hiburan dalam penerbangan, fasilitas pesawat dan lainnya yang terkait.

“Juga melakukan proses pengecekan sistem sirkulasi udara pada kabin, termasuk HEPA (High Efficiency Particulate Air) filter yang digunakan sebagai alat penyaring sirkulasi udara di dalam pesawat,” terangnya.

Kemudian sterilisasi pesawat, adapun proses sterilisasi mencakup disinfection, disinsection, fummigasi dan deepcleaning. Menyediakan dan melakukan penyemprotan cairan multiguna pembunuh kuman sesuai prosedur yang berlaku.

Area detail mencakup ruang kokpit, toilet, dapur, kompartemen bagasi, meja lipat pada kursi, sandaran kursi, penutup kursi bagian kepala, penutup jendela dan dinding kabin, karpet dan ruang kargo di bagian bawah kabin pesawat.

Selaniutnya kebersihan pesawat udara secara berkala dengan metode Aircraft Exterior and Interior Cleaning (AEIC), seperti pencucian dan membersihkan badan pesawat.

Selain itu, kebersihan diberlakukan untuk peralatan pendukung seperti kendaraan pendorong pesawat, bus penghubung, tangga masuk pesawat penumpang dan kargo, kendaraan pengangkut barang serta kargo.

Sementara, perawatan khusus pesawat yang dipersiapkan sebagai cadangan, sesuai ketentuan dari pabrikan pesawat. Perawatan pesawat udara itu dilaksanakan di pusat perawatan pesawat Lion Air Group, Batam Aero Technic dan di bandar udara pesawat Lion Air Group berada.

Di pusat perawatan tersebut, mampu merawat 15 unit, terdiri dari pesawat berbadan lebar seperti Airbus 330, pesawat berbadan sedang atau kecil antara lain Boeing 737, Airbus 320, ATR maupun Hawker.

“Seluruh prosedur yang dilakukan itu telah mengikuti aspek keselamatan yang dapat membantu untuk melaksanakan seluruh tahapan sampai selesai,” tutupnya. (ibl)

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *