Antisipasi Kerumunan, Pemkot Jaksel Sebar 10 Ribu Bongsang Daging Kurban lewat Lurah

  • Whatsapp
pembagian daging kurban
Pemkot Jakarta Selatan melibatkan camat, lurah dan pengurus RT/RW distribusikan sebanyak 10 ribu bongsang daging kurban di Idul Adha 1442 H. (Foto: Ist)

indoposonline.id – Untuk menghindari kerumunan saat pembagian daging kurban, Pemerintah Kotamadya (Pemkot) Jakarta Selatan melibatkan camat, lurah dan pengurus RT/RW mendistribusikan sebanyak 10 ribu bongsang daging saat Idul Adha 1442 Hijriah. 

“Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk mencegah kerumunan yang mungkin terjadi selama proses pendistribusian daging kurban,” kata

Bacaan Lainnya

Asisten Kesejahteraan Masyarakat (Askesra) Jakarta Selatan, Sayid Ali pada wartawan, Selasa (20/7/2021). Terkait jumlah hewan yang hendak dikurbankan pada Idul Adha 1442 Hijriah, pihaknya menghimpun sebanyak 49 sapi dan sebanyak 102 kambing dari masyarakat. 

Sapi dan kambing untuk kurban tersebut, sambungnya, telah didistribusikan kepada sejumlah masjid. Pondok pesantren dan yayasan yatim piatu yang berada di wilayah Kotamadya Jakarta Selatan.

“Sampai hari ini (Selasa, 20/7/2021) sapi 49 dan kambing 102, tapi tidak semua kita potong di (Kantor) Wali Kota. Sebagian kita distribusiin ke masjid-masjid pondok pesantren dan yayasan yatim piatu di wilayah Jakarta Selatan,” ujarnya.

Tahun ini, katanya, kurang lebih ada 10.000 bongsang (paket) yang dibagikan. “Kita bagikan, semuanya kita sebar lewat RT-RW kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur Sayid Ali pada Selasa (20/7/2021). 

Tak hanya proses distribusi daging kurban, proses penyembelihan hewan kurban yang digelar di Masjid Darul Jannah, komplek Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (21/7/2021) juga dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. 

Di antaranya dengan menerapkan teknik penyembelihan yang diadopsi dari Banten. Teknik penyembelihan hewan kurban tersebut, lanjutnya,  menggunakan sebuah kandang yang telah dirancang khusus. 

Hewan yang hendak dikurbankan nantinya akan dimasukkan ke dalam kandang dan diikat keempat kakinya. Sehingga, juru jagal dapat dengan leluasa melakukan penyembelihan tanpa mengerahkan banyak orang.

“Jadinya yang motong (sembelih) juga nggak banyak, paling juga berapa orang, biar sesuai dengan protokol kesehatan dan tidak berkerumun,” tutupnya. (ibl) 

  • 0
  • 1
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *