Pesta Seks Atlet Olimpiade Hingga Antisipasinya Lewat Ranjang Anti-Seks

  • Whatsapp
Ranjang anti seks olimpiade (Ist)

indoposonline.id – Kebiasaan atlet olimpiade untuk melakukan hubungan intim sesama atlet, pada kenyataannya sudah bukan lagi menjadi rahasia. Hal ini -sebagaimana pengakuan dari sejumlah atlet- sudah terjadi sejak lama. Masalahnya terkait situasi pandemi covid-19 dan kepatuhan protokol kesehatan, hubungan seks di kampung atlet adalah hal yang berusaha dihindari di penyelenggaraan Olimpiade kali ini.

Nah untuk mengantisipasi kebiasaan buruk ini, konon beredar kabar bahwa panitia Olimpiade Tokyo 2020 (Olimpiade Tokyo (TOGOC) membuat ranjang atau tempat tidur anti-seks. Ranjang ini terbuat dari kardus/papan ringan yang akan roboh bila diisi dua orang. Keberadaan kasur ini pun menuai polemik pro dan kontra.

Bacaan Lainnya

Atlet senam asal Irlandia, Rhys McClenaghan mendadak viral di Olimpiade 2020 Tokyo. Bukan hasil pertandingannya, melainkan video saat dirinya melakukan uji coba ketangguhan ranjang di Olympic Village (kampung atlet). Namun, kabar itu dibuktikan langsung McClenaghan yang melakukan pengetas terhadap ranjang tersebut. Atlet 22 tahun itu bahkan melakukan uji coba dengan cara unik, yakni melompat-lompat di atas ranjang.

Hal yang sama disampaikan pelari jarak jauh Amerika Serikat, Paul Chelimo. ia membagikan pengalamannya soal kasur di Kampung Atlet Olimpiade Tokyo 2020 yang diklaim sebagai bentuk pencegahan hubungan seks.

Unggahan Chelimo kemudian menjadi viral lantaran menampilkan foto kasur untuk para atlet.

“Kasur yang ada di Kampung Atlet Olimpiade dibuat dari kardus, ini untuk menghindari keintiman di antara atlet,” ucap Chelimo.

Hal yang lucu, Chelimo kemudian menyebut bahwa kasur tersebut akan rubuh bila dibebani berat dua orang. Namun hal itu tak akan berlaku bagi atlet lari jarak jauh seperti dirinya yang identik dengan bobot ringan.

“Kasur bisa tetap tegak berdiri dengan beban satu orang untuk menghindari situasi di luar hal-hal terkait olahraga [hubungan seks].”

“Namun saya melihat tak ada masalah dengan atlet lari jarak jauh, bahkan kami bisa berempat tidur bersama,” kata Chelimo.

Dikutip dari Sport Bible, bobot maksimal yang bisa ditanggung oleh kasur tersebut adalah 200kg.

Chelimo bahkan masih bergurau tentang kasur tersebut dengan menyebut ia siap menjual kasur miliknya pada pemain basket yang punya bobot tubuh berat. “Saya yakin saya bisa tidur di lantai, saya akan menjual kasur saya pada Kevin Durant atau salah satu pemain basket bila kasur milik mereka hancur.”

“Bagaimanapun, tidur di lantai bukan hal baru bagi saya,” tutur Chelimo sambil tertawa. (tim)

  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *